Beranda > astronomi > Apakah dunia akan lebih baik kalau tidak ada debu?

Apakah dunia akan lebih baik kalau tidak ada debu?

Jawabannya adalah, dalam beberapa hal —- ya; dalam beberapa hal — tidak. Sebenarnya apakah debu itu? Debu terdiri dari partikel tanah, atau benda padat lainnya, yang cukup ringan untuk tertiup angin. Dari mana datangnya partikel ini? Partikel ini dapat berasal dari tumbuhan dan binatang yang sudah mati, dari garam laut, dari pasir atau pasir gunung berapi, dan dari abu atau abu arang.

Pada umumnya, debu tidaklah terlalu diinginkan dan menguntung­kan. Tapi dalam hal lain, debu membantu membuat dunia lebih indah! Warna fajar dan senja yang indah tergantung pada sejumlah besar debu yang berada di udara.
Partikel debu di udara bagian atas memantulkan cahaya matahari. Ini membuat cahaya tampak dari bumi selama satu atau dua jam setelah matahari terbenam. Warna cahaya matahari yang berbeda dibiaskan dari sudut yang berbeda saat cahaya itu dipantulkan oleh partikel debu dan uap air. Matahari terbenam berwarna merah karena itu adalah cahaya terakhir yang lenyap dari pandangan.
Kegunaan lain dari debu berhubungan dengan hujan. Uap air di udara tidak akan berubah menjadi air dengan mudah kalau tidak ada partikel debu yang berada pada pusat setiap titik air. Karena itu, awan, embun, kabut, dan hujan, sebagian besar terbuat dari jumlah partikel debu yang dikelilingi kelembapan
Kategori:astronomi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: