Lika Liku Kerja di Jepang

“Bagaimana caranya bekerja di Jepang ?”
“Ada lowongan ndak disana, kerja apa saja asal halal ?”
“Ada syarat tentang pendidikan ndak, mesti ada gelar S1, terus ada IPK minimal ?”
Tiga contoh pertanyaan yang sepertinya sangat sering ditanyakan atau ingin diketahui oleh sebagian orang. Pertanyaan yang sangat singkat namun memerlukan jawaban yang panjang. Tentu saja, tidak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut, namanya juga orang tidak tahu apalagi informasi lewat google juga (sepertinya) tidak banyak bisa kita dapatkan. Berangkat dari hal ini, lewat tulisan ini saya memberanikan diri untuk menjawabnya dan berharap mudah mudahan ada manfaatnya.
 

Informasi Umum

Bahasa Jepang adalah wajib

Bisa bahasa Jepang ndak ? Pertanyaan ini dipastikan akan selalu ditanyakan bagi mereka yang hendak bekerja di negara tersebut. Wajar saja, bagaimana kita bisa bekerja kalau kita tidak paham apa yang dikatakan oleh atasan atau rekan kerja lainnya ?

Apakah kemampuan bahasa Inggris saja tidak cukup ?

Secara umum jawabannya adalah TIDAK, kecuali untuk pekerjaan tertentu yang memerlukan kualifikasi sangat khusus. Sedikit catatan, hampir sebagian besar orang Jepang tidak faham dengan bahasa Inggris, walaupun untuk percakapan sederhana sekalipun. Mereka sepenuhnya hanya berkomunikasi dengan bahasa Jepang demikian juga dengan tulisannya. Huruf romawi yang biasa kita pakai sehari hari mungkin akan menjadi huruf langka di negara tersebut. Huruf ini berfungsi tidak lebih hanya sebagai pelengkap saja seperti terjemahan nama stasiun atau judul dan halaman depan saja. Jadi selain harus memahami bahasa Jepang, pelamar juga diharapkan menguasai sedikit huruf Jepang terutama hiragana, katakana dan beberapa huruf kanji dasar.
Namun Anda tidak usah khawatir karena kemampuan bahasa yang diperlukan tidak sampai level fasih, namun cukup untuk perkacapan standard sehari hari. Pihak yang merekrut Anda juga bukanlah orang yang bodoh, jadi sebelum diberangkatkan, calon pekerja akan diberikan kesempatan untuk belajar bahasa dan juga ketrampilan lain selama beberapa bulan atau bahkan mungkin selama setahun, jadi cukup untuk menguasai bahasa Jepang untuk percakapan dan komunikasi sehari hari dan juga menguasai beberapa huruf kanji dasar.
Jadi kesimpulan awal dari tulisan ini adalah pentingnya kemampuan bahasa jepang dan tanpa kemampuan berbahasa Jepang, bekerja di negara tersebut hampir tidak mungkin untuk dilakukan. Kalau Anda tertarik untuk bekerja di Jepang sepertinya ada baiknya mempersiapkan ketrampilan bahasa Jepang lebih awal, jadi pada saatnya nanti akan menjadi poin lebih bagi pelamar.
Lowongan pekerjaan yang tersedia
Secara umum bisa dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1
Pekerja magang (Kenshusei) :
    Lowongan untuk bagian ini yang tersedia dan jumlah yang relatif cukup besar. Kabar baiknya lagi adalah tidak menuntut pendidikan yang tinggi atapun pengalaman kerja. Jenis pekerjaan yang dibutuhkan hampir sebagian besar adalah untuk pekerja pabrik, operator mesin, konstruksi, pertanian serta peternakan. Birokrasi penyalurannya adalah lewat Depnaker yang bekerja sama dengan IMN-Japan. Selengkapnya tentang magang, persayaratan dll silahkan dibaca disini.
2
Tenaga perawat (Kangoshi) dan Caregiver (Kaigofukushishi)
    Penyaluran tenaga kerja ini adalah diatur lewat kerjasama antara pemerintah, Goverment to Goverment (G to G), jadi birokrasi penyalurannya adalah bersifat resmi. Info lengkapnya dengan mudah bisa didapatkan di berbagai tempat atau instansi yang terkait.
3
Pekerja profesional atau dengan skill khusus
  Jenis pekerjaan ini sangat luas dan beragam seperti yang tampak pada list di bawah.
      . Pekerja dengan sertifikat khusus seperti Pengacara dan Akuntan
. Pekerja dibidang medikal seperti Dokter dan Apoteker
. Karyawan yang bekerja di anak perusahaan di Jepang
. Cheff atau tukang masak
. Reporter dan Wartawan
. Pekerja di bidang Olahraga
. Ahli teknik, mekanik, komputer, IT
. Sebagai guru atau pengajar
. Peneliti
. Pekerja di bidang Entertaiment, hiburan, penyanyi, musik dll
. Pekerja di bidang seni seperti pelukis
. Pekerja di bidang kebudayaan
. Spesicialis di bidang jurusan sastra dan hubungan international
. Pekerja di bidang agama, seminar, dakwah, penyebaran agama dll
Penyaluran tenaga kerja bagian ini bisa melalui berbagai jalan dan cara seperti lewat perorangan (independent) dengan mengajukan lamaran ke perusahaan di Jepang, koneksi, ataupun lewat agent tenaga kerja tertentu ataupun organisasi.
 

Apakah tidak ada posisi lain seperti contohnya kasir swalayan, pembantu rumah tangga atau pekerjaan lainnya apa saja asal halal ?

Jawaban paling umum yang bisa saya berikan adalah : TIDAK ADA ! Apalagi untuk tenaga pembantu rumah tangga. Masyarakat negara tersebut kurang mengenal budaya menggunakan tenaga pembantu. Semua urusan rumah tangga umumnya dikerjakan sendiri atau lewat jasa perusahaan pembersih yang bisa disewa kapan saja. Sedangkan pekerjaan sebagai kasir swalayan umumnya adalah pekerjaan paruh waktu yang dilakukan oleh kalangan pelajar atau ibu rumah tangga.

Bagaimana dengan jurusan Sastra Jepang ?

Bagian ini sepertinya sedikit susah untuk dijawab karena kasusnya relatif kompleks. Namun yang jelas, dengan memiliki kelebihan di bagian bahasa, seharusnya peluang menjadi lebih mudah. Apalagi kalau tidak keberatan untuk melakukan kerja kasar (magang) selama 3 tahun, maka dengan keunggulan bahasa yang dimiliki tentu merupakan keuntungan dan nilai tambah tersendiri.

Pendidikan dan pengalaman kerja

Bagian ini hanya diperlukan untuk tenaga profesional saja, itupun tidak seluruhnya. Olahragawan dan tukang masak contohnya, tentu gelar tidak diperlukan sama sekali karana lebih mementingan prestasi atau pengalaman. Sedangkan untuk tenaga kerja magang, syarat adalah minimal tamatan SMA, walaupun cukup banyak juga pelamar yang memiliki ijazah S1.

Gaji dan Potongan Biaya

Sekarang kita mamasuki bagian yang paling menarik yaitu masalah gaji. Tidak bisa dipungkiri bahwa alasan terbesar seseorang ingin bekerja di negara lain, khususnya Jepang adalah karena alasan gaji yang cukup besar. Berapa sih gaji yang akan saya terima ?
Untuk contoh seorang pekerja magang, akan menerima uang saku (gaji) sekitar Rp 8 juta – 10 juta / bulan (80.000 s/d 100.000 yen). Jumlah ini umumnya sudah sudah termasuk potongan pajak, asuransi, tiket pesawat PP dan biaya tempat tinggal. Setelah masa kontrak selama 3 tahun habis, pemagang juga akan mendapatkan uang pesangon sebagai modal usaha sebesar Rp 60 juta (600.000 yen). Sedangkan untuk tenaga pekerja perawat apalagi tenaga profesional gajinya tentu saja akan lebih besar lagi.
Gaji yang sangat besar tentu saja bukan ? Nominal yang sangat besar ini sering membuat calon pekerja silau atau tidak jarang tertipu tanpa memerikasa lebih jauh apakah gaji yang diterima adalah gaji bersih atau masih harus dipotong biaya lain ? Jadi urusan gaji dipastikan harus jelas dari awal karena perlu diketahui biaya hidup di negara tersebut tidaklah murah.
Untuk tenaga kerja magang lewat jalur depnaker dan tenaga perawat karena lewat jalur G to G (goverment to goverment /pemerintah) tentu saja penipuan atau ketidakjelasan semacam ini tidak akan terjadi jadi kewaspadaan diperlukan hanya untuk jalur pribadi atau non resmi.

Berapakah potongan yang harus dibayar kalau gaji diterima dalam bentuk kotor ?

Pengeluaran pertama sekaligus terbesar adalah untuk sewa rumah yaitu sekitar Rp 4.000.000 (40.000 yen) perbulan untuk satu kamar, pengeluaran kedua adalah makanan sekitar Rp 3.500.000 (35.000 yen) perbulan, kemudian disusul dengan pajak pendapatan yaitu sekitar 20% perbulan (kira kira 2 juta rupiah), biaya asuransi kesehatan Rp 900.000 (9.000 yen) /bulan, asuransi hari tua, sekitar Rp 16.000.000 (16.000 yen) / bulan. Semua biaya tersebut bisa nyaris tidak bisa dihindari atau harus dibayar, sedangkan biaya lain seperti hiburan dan komunikasi tentu masih bisa dihemat atau diatur. Sedangkan khusus untuk asuransi hari tua akan dikembalikan lagi setelah kontrak kerja berakhir.
Sedikit catatan untuk biaya asuransi kesehatan adalah bagian yang kelihatan sepele namun sangat vital di negara tersebut. Tanpa asuransi kesehatan, biaya berobat atau rumah sakit di negara tersebut saat mengalami kecelakaan adalah ibarat neraka. Jangankan untuk tenaga asing kelas pekerja, untuk ukuran orang Jepang-pun akan cukup membuat mereka bangkrut. Namun dengan asuransi Anda hanya cukup membayar 30 % saja yang tetap saja masih terasa mahal.
Mungkin ada pembaca yang ingin tahu, bagaimana dengan gaji pekerja lokal ? Jawabannya tentu saja terpaut cukup jauh dengan tenaga kerja asing terlebih untuk pekerja magang. Untuk pekerja pabrik misalnya rata rata adalah 180-200.000 yen (Rp 20 juta) perbulan. Disamping itu setiap tahun mereka umumnya memperoleh bonus dan juga tunjangan lainnya. Perbedaan yang sangat jauh dengan gaji pekerja magang, bukan ? Padahal jenis pekerjaan yang dilakukan adalah hampir sama. Ketimpangan ini tidak jarang menimbulkan kecemburuan di kalangan pekerja magang.

Lembur atau Overtime

Lembur atau Sangyo dalam bahasa Jepangnya, adalah hal umum bagi para pekerja di negara tersebut bahkan tidak berlebihan kalau disebut sebagai bagian dari budaya kerja orang Jepang. Terlebih lagi untuk pekerja pemula, lembur adalah seperti sudah menjadi suatu keharusan sebagai indikasi untuk menunjukkan rasa serius dalam bekerja. Sedikit perlu dicatat disini bahwa sebagian besar dari kerja lembur tersebut adalah tidak dibayar sama sekali. 

Pekerja Illegal

Bagian ini terpaksa harus saya masukkan dalam sub tersendiri, karena memang keberadaannya adalah sangat khusus dan diluar prosedur normal. Beberapa cara yang umumnya ditempuh adalah sebagai berikut :
  1. Masuk ke negara Jepang dengan menggunakan visa wisata dan kemudian melarikan diri menjadi tenaga kerja gelap
  2. Para pekerja magang yang sudah berakhir masa kontraknya namun belum berniat untuk kembali ke Indonesia, atau melarikan diri di tengah masa kontrak karena tergiur tawaran gaji yang lebih tinggi, tidak tahan dengan suasana kerja sekarang atau alasan lain. Menurut catatan dari Nakertrans, prosentase jumlah pemagang yang melarikan diri dalam satu periode keberangkatan (100-300 orang) adalah sekitar 2 s/d 3% sedangkan untuk tahun tahun sebelumnya adalah sekitar 10 %, jadi dari 100 orang pemagang 2 orang berpotensi menjadi pekerja illegal.
  3. Menjadi pekerja prostitusi. Pornografi adalah legal di negara tersebut, tapi prostitusi adalah illegal, jadi pekerjaan prostitusi adalah suatu pelanggaran hukum. Karean alasan upah yang lebih murah, para agen banyak yang memilih mempekerjakan tenaga kerja asing denga visa yang beragam. Yang populer adalah menggunakan visa budaya, visa kunjungan singkat (wisata) atau visa pelajar.
  4. Mereka yang bekerja tidak sesuai dengan visa yang diberikan, misalnya Visa pelajar digunakan untuk bekerja, untuk jenis pekerjaan apapun adalah tidak dibenarkan kecuali sudah mendapat ijin dari sekolah dan pihak imigrasi.
  5. Lain lain
Tentu saja para pekerja ini tidak akan melarikan diri tanpa alasan dan juga tanpa perhitungan sama sekali, karena hal ini sama saja dengan bunuh diri. Sebelum memutuskan untuk menjadi illegal, tentu sudah ada pihak tertentu yang bersedia menampung dan mempekerjakan mereka.
Keberadaan pekerja illegal ini sepertinya merupakan dillema bagi pemerintah Jepang. Disatu sisi mereka jelas melanggar hukum, namun disisi lain justru dibutuhkan terutama untuk sektor pabrik, peternakan atau pertanian terpencil yang kekurangan penduduk. Tidak jarang para penduduk lokal juga melindunginya karena keberadaan mereka cukup dibutuhkan.
Hal inilah yang kadang membuat [imho] pihak imigrasi tidak terlalu ngotot untuk merazia-nya. Dalam beberapa kasus bahkan tidak jarang ada pekerja illegal yang sudah puluhan tahun tinggal di negara tersebut dan bahkan memiliki keluarga dan anak. Kasus Noriko Calderon, anak seorang pekerja illegal dari Phillipina adalah salah satu contoh menarik karena banyak simpati dan dukungan diberikan saat keluarga tersebut diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut.
Beruntung juga, pendidikan di negara tersebut tidak mengenal diskriminasi, baik penduduk asli atau orang asing, legal atau illegal tetap akan mendapat pelayanan pendidikan sehingga Jepang menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk para pekerja illegal. Menurut catatan dari organisasi pekerja di negara tersebut, untuk tahun 2000, ada sekitar 500.000 pekerja illegal hidup di negara tersebut. Tentu saja dari angka sebanyak itu, orang Indonesia juga termasuk di dalamnya.
 
Iklan
Kategori:Budaya Jepang, umum

Fakta Tentang Jum’at Tanggal 13

Bagi masyarakat Barat, angka 13 dianggap angka sial. Lebih dari itu, hari Jumat yang jatuh pada tanggal 13 juga dipercaya mengundang kesialan serta memberi pengaruh buruk. Banyak orang mengurungkan niat bepergian ke luar rumah demi mencegah hal-hal tak diinginkan. Bagaimana dengan Indonesia? Meski tidak semenakutkan malam Jumat Kliwon, beberapa orang ikut pula mengurungkan niat bepergian pada Jumat tanggal 13.
Ketika saya masih kelas 4 SD, saat istirahat jam pertama wali kelas kami berdiri di depan kelas serta menyuruh kami pulang — karena hari itu hari Jumat tanggal 13. Karena dia tidak memberikan penjelasan panjang lebar mengenai apa itu Jumat tanggal 13 — hanya raut muka ketakutan — saya mengira Jumat tanggal 13 adalah suatu peristiwa besar.
Sekarang saya mengerti, ketakutan memang tidak memerlukan alasan cukup jelas. Untuk menambah pengetahuan, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Jumat tanggal 13.
Kategori:fakta unik

Hujan Uang di Negara Jepang ?

Selama beberapa tahun tinggal di negara ini, sudah cukup sering saya mendengar penemuan sejumlah besar uang tidak bertuan di tempat sampah. Sebagian kecil ada juga yang ditemukan hanyut di sungai atau dimasukkan di kotak post di depan rumah oleh seseorang entah siapa. 
Kelebihan uang ? Linglung karena usia ? Bingung tidak bisa membedakan uang dan sampah ? Uang hasil kejahatan ? Atau mungkin juga terpengaruh oleh isue ” Tinggallan uang kertas, kembali ke uang emas dan perak ! ” yang lagi marak di Indonesia ?
Entahlah, yang jelas berita semacam ini secara rutin berulang setiap tahun. Awalnya sangat menarik untuk dibaca atau ditonton namun lama lama akhirnya bosan juga. Bosan menunggu, karena tiap buka kotak post isinya cuma surat tagihan saja atau tiap datang ke sungai isinya air melulu . . . . . 

Menurut aturan hukum di negara tersebut, uang yang tidak diklaim oleh pemiliknya selama jangka waktu sekian tahun, otamatis akan menjadi milik si penemu-nya.

Ditemukan 31 Juta Yen Uang di Tempat Sampah


Saturday, May 6, 2006

TOKYO. Sejumalah besar uang ditemukan di di tempat sampah. Uang sebanyak itu ditemukan oleh karyawan, ketika melakukan pekerjaan pemisahan sampah. Polisi selama enam bulan berusaha keras menemukan pemiliknya yang asli, namun gagal. Seperti biasa, ada beberapa prang yang mengaku sebagai pemiliknya, namun tidak bisa dibuktikan. . . . .

Ditemukan lagi, 10 Juta Yen di Sempat Sampah

Wednesday, October 18, 2006

Kali ini tempatnya berbeda.
TOKOROZAWA, About 10 million yen in cash was found at an industrial waste disposal plant in Tokorozawa, Saitama, on Tuesday. A 42-year-old worker at the site found the money, mainly in 10,000-yen bills, in a white envelope while separating the paper and plastic waste at about 10 a.m. The waste was brought in some time between Monday night and early Tuesday morning. . . . . .
(males ngetik, bingung menterjemahkan jadi dicopy paste langsung dalam bahasa aslinya)

Dan lagi, 2.7 Juta Yen Ditemukan Mengapung di Sungai

March 28th, 2007

TOKYO. Polisi menggunakan jaring ikan untuk bisa mengumpulkan uang yang terapung di Sakai River, antara distrik Tokyo dan Kanagawa. Polisi masih menyelidiki (saat itu) mengapa dan bagaimana uang itu bisa berada si sana.

Uang di Kotak Post

Tanggal, tahun dan sumber lengkap lupa dicatat. Berita di bawah ini dicopy paste dari surat kabar online di tanah air.

Para penghuni di salah satu gedung apartemen di Tokyo bingung dengan penemuan uang dengan jumlah total 1,81 juta yen (sekitar Rp 140 juta) di 18 kotak surat di apartemen itu. “Uang itu dimasukkan ke amplop polos, tanpa disegel dan tidak ada nama maupun pesan,” kata jurubicara polisi.
Warga bukannya senang. Mereka justru was-was dan tidak mengantongi uang itu diam-diam. “Beberapa orang awalnya menyangka itu adalah uang palsu. Saat tahu uangnya asli, mereka melapor kepada kami,” kata jurubicara itu.
Warga di apartemen kelas menengah di Tokyo itu bukan satu-satunya yang mengalami kejadian tersebut. Satu amplop berisi satu juta yen telah ditinggalkan di kotak surat milik seorang perempuan berumur 31 tahun di Kobe, Rabu pekan lalu. Polisi tidak tahu siapa yang meninggalkan uang tunai itu.
Sejak Juni, amplop-amplop uang tunai ditemukan di toilet-toilet pria di puluhan balai kota dan gedung-gedung umum di seluruh pelosok Jepang. Terdapat pesan dengan huruf yang sama di setiap amplop-amplop tersebut yaitu minta agar orang berbuat kebajikan.

Sumber:http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/tambahan/unik_uang_sampah.html



Kategori:fakta unik, umum

Mengenal Makanan Orang Jepang

Setiap negara tentu memiliki perbedaan baik dari segi budaya maupun makanannya. Makanan yang umum dikonsumi oleh masyarakat negara tertentu bisa jadi aneh dan tidak umum dikonsumsi oleh masyarakat bangsa lain, demikian juga sebaliknya. Jangankan antar negara, kadang tiap daerahpun kadang perbedaan ini pasti ada terlebih lagi untuk daeah di Indonesia yang memiliki ratusan suku dan ras.
Makanan Jepang hampir tidak mengenal kata makanan haram jadi sepanjang tidak bertentangan dengan hukum, hampir semua makananan adalah sah untuk dimakan. Jadi makanan yang sudah umum seperti sapi, babi, ayam dan berbagai sayuran umum lainya seperti kol, sawi atau wortel adalah makanan umum yang sudah tidak perlu dibahas lagi.

Di tulisan ini saya tertarik untuk menuliskan beberapa bagian yang mungkin menarik untuk diketahui.

Makanan Tidak Populer
Tidak Umum dikonsumsi

Ikan Air Tawar

Bebicara tentang ikan sebagai makanan selalu identik dengan ikan air laut sedangkan untuk ikan air tawar nyaris tidak termasuk didalamnya. Dari sekian banyak ikan air tawar yang ada hanya beberapa jenis saja yang umum dikonsumsi dan biasanya dipilih dari ikan yang hidup di air jernih. Salah satu contonya adalah Ayu, ikan cantik berukuran tiga jari yang amat populer.
Jadi jangan kaget kalau Anda menjumpai banyak lauk pauk berenang dengan bebas di sungai di negara tersebut. Bahkan beberapa diantaranya tampak seperti kesulitan untuk bergerak karena saking besarnya.

Ayu, salah satu jenis ikan air tawar yang umum dikomsumsi
Sumber image : wikipedia

Lele

Lele atau Nemazu dalam bahasa Jepangnya, juga termasuk ikan yang hidup di air keruh, jadi tidak umum dikonsumsi oleh masyarakat tersebut. Menurut cerita beberapa orang tua di negara tersebut, dulu saat mereka masih kecil, di beberapa tempat atau wilayah tertentu bisa dijumpai rumah makan yang menjual menu ikan ini. Namun dewasa ini menu samacam ini hampir sudah tidak ditemukan lagi.
Kambing
Daging kambing bukanlah menu populer di negara tersebut. Dagingnya berbau aneh dan susah diolah menurut mereka. Tentu saja, karena mereka tidak mengenal bumbu dan rempah rempah seperti di negara kita. Kambing yang diternakan di negara tersebut hanya untuk dimanfaatkan susunya untuk keperluan pembuatan keju. Namun daerah paling selatan di negara tersebut yaitu Okinawa adalah perkecualiannya. Jadi bagi Anda penggemar sate kambing, harus melupakan sejenak untuk menyantap makanan kegemaran Anda.

Itik / Bebek

Menu daging ini hanya bisa ditermukan di rumah makan China, sedangkan penduduk lokal sendiri hampir tidak mengenal tradisi menkonsumsi daging bebek. Selain dagingnnya, telor bebek juga tidak umum ditemukan atau dijual di negara tersebut. Satu satunya perkecualian dan masih bisa ditemukan adalah Kamo, sejenis bebek liar. Walaupun masih satu spices dengan bebek, namum memiliki rasa yang sangat berbeda dengan bebek rumahan.
Bumbu dan rempah rempah
Bumbu dan rempah rempah adalah benda langka di negara tersebut. Hal ini sepertinya wajar karena disamping bumbu tidak bisa tumbuh di negara tersebut, budaya makanan mereka juga kurang mengenal penggunaan bumbu dalam pengolahannya. Dari sekian banyak jenis bumbu yang kita kenal, hanya beberapa jenis saja yang umum ditemukan di negara tersebut yaitu bawang putih, jahe, tomat dan merica.
Sedangkan khusus untuk cabai di beberapa tempat atau swalayan masih bisa ditemukan walaupun terbatas hanya pada waktu musim panas saja. Jumlah ataupun porsinya juga sangat kecil karena tidak banyak orang yang membutuhkannya. Bagi yang tidak keberatan dengan versi kering alias tidak fresh lagi bisa diitemukan dengan mudah di banyak tempat namun tentu saja dengan rasa yang sudah tidak karuan lagi. Jadi bisa dibayangkan betapa sulitnya bagi warga Indonesia yang hendak memasak di negara tersebut.

Makanan Populer Dan umum ditemukan

Belut

Semua orang pasti tahu tahu belut, binatang yang sepintas mirip ular, bertubuh licin dan hidup di dalam lumpur sawah. Belut  merupakan makanan yang populer di Indonesia tapi relatif jarang ditemukan, ternyata salah makanan favorit di negara tersebut. Daging belut atau Unagi dalam bahasa Jepangnya selain enak juga dipercaya bagus untuk menjaga stamina. Harganya ? Relatif mahal yaitu minimal sekitar 1000 yen atau 100.000 untuk ukuran nasi kotak.
Mungkin Anda sedikit bingung, bukankah orang Jepang umumnya tidak makan ikan air tawar, sedangkan belut hidup di lumpur atau air tawar yang kotor ?

Sumber image: wikipedia
Jenis belut yang disantap oleh mereka sedikit berbeda dengan belut sawah yang kita kenal. Belut yang dikonsumsi berukuran cukup besar kira kira setengah meter dan umumnya hidup di air jernih. Disamping itu ikan ini juga beracun, walaupun tidak terlalu berbahaya dan tetap aman dikomsumsi dengan cara dibakar atau dipanggang.

Ikan Beracun

Ngomong ngomong tentang ikan beracun, sepertinya tidak ada yang lebih berbahaya dari ikan Fugu. Dipastikan si korban akan tewas hanya dalam waktu beberapa jam setelah mengkonsumsinya. Diawali dengan perasaan sangat enak, senang dan merasakan diri melayang di awang awang dan akhirnya tewas.

Fugu
Sumber image : wikipedia
Jepang memang unik, karena walaupun berpotensi nyawa melayang, warung atau restoran yang menghidangkan masakan ikan berharga mahal, enak namun beracun ini tetap ramai dikunjungi. Untuk menghidari jatuhnya korban jiwa maka diterapkan ataran dan stndard keamanan yang tinggi yang salah satunya, tukang masaknya harus bersertifikat khusus.

Rebung Bambu

Rebung bambu atau Take no ko, merupakan makan yang umum kita jumpai di negara tersebut. Makanan ini mengingatkan saya pada masa kecil, dimasa makanan susah diperoleh sehingga rebung bambu menjadi makanan alternatif.


sumber image : wikipedia

Ketela Rambat

Di Indonesia, ketela rambat (Eng : sweet poteto, Jpn : satsuma imo) umumnya merupakan makanan kelas dua yang cendrung diabaikan. Bahkan tidak jarang, makanan ini lebih umum dikonsumsi oleh hewan peliharaan saja. Namun situasinya sangat berbeda kalau kita bandingkan dengan Jepang.
DI negara tersebut, ketela rambat merupakan makanan mahal yang harganya sekitar 300 yen (Rp 30.000) per 1/2 kg. Jadi sedikit jauh lebih mahal dibandingkan dengan makanan sejenis yaitu kentang. Namun ada yang sedikit berbeda dari ketela di Indonesia dengan di Jepang yaitu dari segi rasanya yaitu sangat manis, sedangkan dari segi ukuran hampir setengah dari ukuran ketela Indonesia. Hal ini disebabkan karena ketela tersebut ditanam dengan tanah yang bercampur pasir pantai.
Umbi pohon lotus
Anda tahu tanaman lotus ? Tanaman hias berbunga indah umum ditemukan di kolam dan (sepertinya) masih satu rumpun dengan pohon teratai. Cukup menarik karena umbi dari tanaman lotus atau Renkon dalam bahasa jepang, ternyata bisa dimakan dan menjadi makanan favorit di negara tersebut. Beberapa makanan negara lain seperti China misalnya juga mengenal menu makanan ini.

sumber image : wikipedia

Makanan Populer

Tapi tapi terbatas / tidak umum ditemukan

Berikut ini adalah sejumlah makanan populer namun tidak umum ditemukan yang artinya, semua orang mengetahui tentang makanan tersebut, bisa atau layak dimakan namun tempat ataupun warung makan yang menjulanya adalah terbatas atau hanya ditemukan di wilayah tertentu saja.

Daging Kuda

Menu ini hanya ditemukan di daerah tertentu saja. Umumnya kuda yang di jadikan santapan adalah jenis kuda pacuan yang tidak berprestasi. Seperti di ketahui olahraga pacuan kuda sangat populer di negara tersebut. Namun dari sekian banyak kuda pacuan yang ada serta kerasnya persaingan di arena pacuan membuat sejumlah kuda yang lemah akhirnya harus dikorbankan dan nasibnya berakhir di rumah makan.

Ikan paus dan lumba lumba

Pada masa lalu, ikan paus (Kujira) merupakan makanan pokok penduduk negara tersebut namun dewasa ini karena diikat oleh sejumlah aturan dan pembatasan, membuat mamalia laut terbesar ini menjadi langka dan relatif sulit ditemukan. Saat ini hanya sejumlah wilayah dan tempat makan tertentu saja, menu ikan ini bisa ditemukan. Kemudian khusus untuk lumba lumba (Iruka) tersedia dalam jumlah yang lebih terbatas lagi. Makanan ini hanya dikonsumsi atau ditemukan di satu desa atau wilayah, serta tersedia hanya pada bulan bulan bulan tertentu saja. Selengkapnya tentang topik ini bisa dibaca pada tulisan saya disini.

Daging kura kura

Daging kura kura dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga stamina serta untuk peremajaan kulit. Hal ini menyebabkan makanan ini cukup populer di kalangan wanita. Kura kura yang dikonsumsi umumnya hanya dari satu jenis saja yaitu kura kura berkulit lunak atau dalam bahasa Jepang disebut Suppon (Pelodiscus Sinensis).

sumber: http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/utama/makanan_umum.html

Kategori:Budaya Jepang, umum

Arti Kata Prefektur

Prefecture/Prefektur

Prefecture adalah semacam Provinsi kalau di Indonesia. Umumnya nama prefecture juga sekaligus merangkap menjadi nama kota (ibu kota) contohnya adalah Hiroshima dan Nagasaki, namun ada juga beberapa prefecture yang memiliki nama ibu kota tersendiri seperti contohnya kota Nagoya yang merupakan ibu kota dari Aichi Prefecture.
Prefecture dalam bahasa Jepang disebut dengan KEN, ditambahkan diakhir nama prefecture misalnya Hiroshima Ken. Namun sejumlah 4 prefecture memiliki perkecualian yaitu memiliki akhiran kata FU untuk 2 prefecture (Osaka Fu dan Kyoto Fu), DO untuk Hokkaido dan TO untuk Tokyo

Regions atau Wilayah

Pengelompokan prefecture menurut wilayah. Misalnya Tokyo dan kota yang ada disekitaranya disebut dengan wilayah Kanto kemudian untuk kota Osaka dan sekitarnya disebut dengan Kansai. Untuk di Indonesia mungkin mirip dengan istilah Jabotabek, Nusa Tenggara dsb.
Nama Kota
Prefecture
Regions
Sapporo 札幌 Hokkaido 北海道
Morioka 盛岡 Iwate 岩手
Tōhoku

東北
Sendai 仙台 Miyagi 宮城
Akita Akita 秋田
Yamagata Yamagata 山形
Aomori Aomori 青森
Fukushima Fukushima 福島
Utsunomiya 宇都宮 Tochigi 栃木
Kantō

関東
Maebashi 前橋 Gunma 群馬
Mito 水戸 Ibaraki 茨城
Yokohama 横浜 Kanagawa 神奈川
Shinjuku 新宿 Tokyo 東京
Chiba Chiba 千葉
Saitama Saitama 埼玉
Kōfu 甲府 Yamanashi 山梨
Chubu

中部
Kanazawa 金沢 Ishikawa 石川
Nagoya 名古屋 Aichi 愛知
Nagano Nagano 長野
Niigata Niigata 新潟
Fukui Fukui 福井
Gifu Gifu 岐阜
Toyama Toyama 富山
Shizuoka Shizuoka 静岡
Wakayama Wakayama 和歌山
Kansai

関西
Tsu Mie 三重
Otsu 大津 Shiga 滋賀
Nara Nara 奈良
Kyoto Kyoto 京都
Hyōgo Hyōgo 兵庫
Osaka Osaka 大阪
Matsue 松江 Shimane 島根
Chūgoku

中国
Tottori Tottori 鳥取
Yamaguchi Yamaguchi 山口
Okayama Okayama 岡山
Hiroshima Hiroshima 広島
Kōchi Kōchi 高知
Shikoku

四国
Tokushima Tokushima 徳島
Matsuyama 松山 Ehime 愛媛
Takamatsu 高松 Kagawa 香川
Miyazaki Miyazaki 宮崎
Kyūshū

九州
Kagoshima Kagoshima 鹿児島
Oita Oita 大分
Kumamoto Kumamoto 熊本
Saga Saga 佐賀
Nagasaki Nagasaki 長崎
Fukuoka Fukuoka 福岡
Naha 那覇 Okinawa 沖縄
Kategori:Budaya Jepang, umum

5 Mitos yang Tidak Benar Mengenai Mata

Berbeda dengan kepercayaan sebagian besar orang, menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar televisi atau komputer, atau membaca pada keadaan penerangan yang redup sebenarnya sama sekali tidak menyebabkan kondisi medis yang berbahaya bagi mata, meskipun kebiasaan tersebut sebaiknya juga dihindari karena dapat membuat mata mengalami kelelahan lebih cepat dari biasanya. Selain itu, wortel yang selama ini dianggap sebagai sayuran “pengobat mata” ternyata tidak memiliki khasiat yang terbukti untuk mengobati rabun pada mata. Berikut beberapa mitos yang beredar luas yang berkaitan dengan mata beserta fakta sebenarnya yang mementahkan mitos tersebut.

 1. Mitos: Melakukan senam mata akan menunda kebutuhan anda untuk memakai kacamata.

 Fakta: Senam Mata tidak akan meningkatkan atau mempertahankan penglihatan atau mengurangi kebutuhan untuk penggunaan kacamata. Daya penglihatan anda tergantung pada banyak faktor, termasuk bentuk mata anda dan kesehatan jaringan mata, tidak ada yang dapat diubah secara signifikan dengan hanya melakukan senam mata saja.

2. Mitos: Membaca dengan lampu yang redup akan memperburuk penglihatan anda.

Fakta: Meskipun pencahayaan redup tidak akan mempengaruhi penglihatan anda, hal ini dapat membuat mata anda menjadi lebih cepat lelah. Cara terbaik untuk memposisikan lampu membaca anda adalah dengan mengarahkan sinarnya secara langsung ke halaman yang sedang anda baca, dan bukannya mengarahkan sinar melewati bahu seperti yang banyak orang lakukan. Karena cahaya yang bersinar melewati bahu anda akan menyebabkan silau pada mata, sehingga lebih sulit untuk melihat bacaan anda. Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan sebuah lampu meja dengan warna buram yang mengarah langsung pada bacaan anda.

3. Mitos: Mengkonsumsi wortel baik untuk mata.

Fakta: Ada beberapa kebenaran dalam mitos yang satu ini. Wortel, yang mengandung vitamin A, adalah salah satu sayuran dari beberapa jenis sayur mayur yang baik untuk mata. Tetapi buah-buahan segar dan sayuran dengan daun hijau, yang mengandung vitamin antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E yang lebih banyak, sebenarnya lebih baik lagi bagi mata dibanding wortel. Vitamin antioksidan dapat membantu melindungi mata terhadap degenerasi makula dan katarak. Tetapi mengkonsumsi sayuran atau suplemen yang mengandung vitamin atau zat-zat ini sama sekali tidak akan mencegah atau memperbaiki masalah penglihatan dasar seperti rabun jauh atau rabun dekat.

4. Mitos: Lebih baik untuk tidak memakai kacamata sepanjang waktu dan sebaiknya melepaskan kacamata atau lensa kontak agar mata anda dapat beristirahat.

Fakta: Jika anda perlu kacamata untuk membaca atau melihat jarak jauh, maka gunakanlah mereka. Mencoba untuk membaca tanpa kacamata baca hanya akan menegangkan otot mata anda dan akhirnya membuat mata kelelahan. Sementara menggunakan kacamata tidak akan memperburuk penglihatan anda atau mengarah pada penyakit mata.

5. Mitos: Menatap layar komputer sepanjang hari tidak baik untuk mata.

Fakta: Meskipun menggunakan komputer tidak akan membahayakan mata, menatap layar komputer sepanjang hari akan memberikan kontribusi terhadap kelelahan mata. Sesuaikan pencahayaan sehingga tidak membuat mata anda silau. Jadi, ketika anda bekerja dengan komputer atau melakukan pekerjaan jarak dekat lainnya seperti membaca atau menyulam, sebaiknya anda mengistirahatkan mata anda sebentar setiap jam untuk mengurangi kelelahan mata. Selain itu, orang-orang yang menatap layar komputer dalam waktu lama cenderung tidak berkedip sesering seperti biasanya, yang dapat menyebabkan mata terasa kering dan tidak nyaman. Oleh karena itu anda sebaiknya juga membuat usaha sadar untuk berkedip secara teratur agar mata tetap dibasahi oleh air mata dengan baik dan tidak mengering.  

Kategori:fakta unik

10 Hal yang Seharusnya Rahasia Di Facebook

Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia, kini menjadi mesin pencarian identitas. Baik dari perusahaan, pengintai, maupun aparat hukum. Juga bagi peretas yang ingin membuat identitas palsu. Wahai pemilik akun di jejaring besutan Mark Zuckerberg, perhatikan 10 hal terlarang ini untuk muncul di Facebook.

1. Tanggal lahir
Mengungkap tanggal lahir itu berbahaya. Sebab institusi keuangan biasanya membutuhkan informasi tanggal lahir untuk kartu kredit atau pernyataan di bank. Membiarkan tanggal lahir terlihat, sama saja membuka pintu untuk pencurian identitas.
2. Nama tengah ibu
Ingat, banyak situs yang menggunakan jawaban nama tengah sebagai pertanyaan keamanan untuk mengingat kata kunci. Waspadalah apa yang Anda tulis tentang ibu di dunia maya.
3. Alamat rumah
Tidak perlu membagi informasi ini dengan teman, kenalan, atau mantan rekan kerja. Pencuri sekarang juga tahu cara menggunakan Facebook. Apalagi jika Anda menulis status sedang bepergian sekeluarga. Sudah, tinggal tunggu waktu saja isi rumah dikuras si penjahat ini.
4. Status pergi dari rumah dalam waktu lama
Menulis status pergi dari rumah dalam jangka waktu lama berarti mengumbar informasi di dunia maya bahwa rumah Anda kosong. Jika Anda memang harus mempublikasikan status ini, maka bisa ditambahkan bahwa ada penjaga, anjing, atau alarm pencuri di rumah.
5. Status pergi dari rumah dalam waktu singkat
Meski cuman singkat, kalau Anda terus-terusan menulis check-in di tempat yang berada di luar rumah, pencuri tentu ”awas” bahwa kediaman Anda kosong.
6. Foto tak sopan
Anda mungkin sudah membaca bahwa ada orang yang kehilangan pekerjaan karena mereka bersikap rasis atau menampilkan foto yang tak sopan di dunia maya. Jadi jangan lakukan!
7. Mengeluh atau marah
Jangan bilang ke Facebook atau Twitter jika Anda marah kepada bos, mengaku mabuk, dan memiliki obat-obatan terlarang. Atau mengaku pura-pura sakit.
Screenshoot status Anda bisa jadi bukti yang membahayakan reputasi, klien, dan nasib profesi. Di Singapura, bahkan remaja yang menulis status berbau rasis bisa ditangkap. Di bawah UU Penghasutan, siapa pun yang terbukti bersalah menyebarluaskan kebencian antar-ras atau kelas dalam populasi di Singapura dapat didenda SIN$ 5.000 (Rp 37 juta) dan penjara maksimal tiga tahun.
8. Nomor telepon
Memasang nomor telepon, maka dipastikan Anda akan dihubungi banyaktelemarketer, pengintai, dan temannya teman yang sok kenal.
9. Status hitung mundur jelang liburan
Lebih baik menulis status setelah liburan. Sebab, kalau sebelum liburan, berisiko diketahui penjahat yang sudah siap menguras isi rumah Anda selagi kosong.
10. Foto interior rumah

Mengunggah foto isi rumah Anda menjadi jalan mulus pencuri untuk menilai perabot yang Anda miliki dan anda tahu sendiri apa yang akan ia lakukan setelah mengetahui seluruh isi rumah anda.

Kategori:fakta unik